Keseruan Masak Ikan Bandeng Bakar Bareng Kakek Zida
MENGGAPAI MIMPI - Waktu adalah pemberian dari sang maha kuasa, yang akan di ambil ketika tiba saatnya. Tidak seorangpun tahu kapan waktu yang kita miliki akan pergi. Sebagai manusia, kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin agar tidak menyesal di kemudian hari.
Seiring bertambah dewasa, manusia semakin terbebani dengan tanggung jawab yang lebih besar. Karena pendidikan, karir, pekerjaan dan berbagai macam urusan lainnya. Kesibukan ini seringkali membuat kita lupa dengan sesuatu yang sangat berharga, yaitu waktu bersama keluarga.
Tapi, tidak masalah sih? Memang kesibukan adalah alasan yang paling umum dan logis untuk membuat waktu kita menjadi sia sia.
Terdengar sedikit aneh? Tapi memang begitu kenyataannya. Oleh sebab itu kita harus pandai membagi waktu untuk keluarga.
Waktu untuk Keluarga
Siang itu, kakek mengajak kami sekeluarga untuk makan bersama. Kali ini menu makan kami adalah Ikan Bandeng Bakar berukuran besar. Pada moment ini aku sangat bahagia karena pamanku juga bisa hadir untuk makan bersama dengan kami.
Sekitar pukul 1 siang, Kakek menyuruh pamanku untuk menyalakan api di belakang rumah. Kata ayahku, kakek memang sengaja melakukan ini agar keluarga kami bisa berkumpul. Entah kenapa mata ayahku terlihat berkaca - kaca saat mengatakan ini padaku. Aku masih sulit untuk memahaminya.
Membuat Ikan Bakar
Waktu itu kakek menyuruh ayahku membersikan ikan yang akan kami masak. Ayah terlihat pergi menenteng ikan ke arah dapur sambil membawah sebilah pisau.
Di sisi lain, kakek mulai meracik rempah - rempah yang akan dibuat untuk memasak ikan nanti. Bumbu yang dipakai adalah resep rahasia keluarga yang sudah turun terumun. Aku jadi penasaran bagaimana rasanya.
Setelah bumbu siap, kakek mengolesi ikan dengan bumbu tersebut sampai merata. selanjutnya ikan dibiarkan selama beberapa menit agar bumbunya meresap.
Beberapa saat kemudian kakek nenaruh ikannya diatas tungku pembakar sambil terus mengipasnya. Kakek juga terlihat membolak balik ikan agar matangnya merata dan tidak gosong.
Kebun Milik Kakek
Sambil menunggu ikannya matang, aku menyempatkan diri untuk membantu kakek memanen cabe rawit.
Gambar
Ini adalah adalah kebun milik kakek Zida. Ditempat ini kakek biasa menanam berbagai macam palawija, sayuran dan bunga. Meski tidak banyak, tapi hasil panennya bisa dibuat kebutuhan masak sehari hari.
Ikan Bakar siap disajikan
Sore itu kami berkumpul di rumah kakek untuk makan bersama. Saat itu aku melihat raut wajah kakek terlihat sangat bahagia. Kata ibuku suatu hari aku akan mengerti apa yang sekarang kakek rasakan.
Kala itu semua orang terlihat makan dengan lahab dan sangat menikmati makananan yang disajikan. Maklum, kami sudah menunggu ikan bakarnya matang sejak dari siang tadi. Semua orang pasti kelaparan.
Aku Sangat Berharga
Entah mengapa, aku merasakan hal yang berbeda saat makan bersama mereka. Rasanya aku tidak ingin melewatkan saat - saat seperti ini. Hari itu, Aku merasa berharga dihati orang yang sangat menyayangiku. Begitu pula dengan mereka yang sangat berharga dihatiku.
Dalam moment ini aku telah menemukan sebuah pelajaran. Aku ingin hidup bahagia dengan caraku sendiri. Bukan seperti apa yang dikatakan orang lain.
Bagiku, Bahagia tidak dinilai dari apa yang dikatakan orang lain, tapi apa yang sedang aku rasakan. Bagiku, Bahagia tidak diukur dari apa yang dipunyai, melainkan sebesar mana aku bersyukur atas segala nikmat. Bagiku Bahagia, itu sederhana.
Posting Komentar untuk "Keseruan Masak Ikan Bandeng Bakar Bareng Kakek Zida"