Mendaki Gunung Penanggungan Via Tamiajeng, Trawas, Mojokerto
ZIDA PETUALANG - Ini adalah moment spesial bagiku. Aku akan ikut mendaki gunung Penanggungan, bersama ayahku dan teman-temannya.
Gunung Penanggungan, yang memiliki nama kuno gunung Pawitra, terletak di provinsi Jawa Timur. Tepatnya di perbatasan dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Pasuruan. Puncak gunung ini, bernama puncak garuda, dengan ketinggian 1653 meter dari permukaan laut.
Jalur Pendakian Gunung Penanggungan Via Tamiajeng
Kami berangkat mendaki gunung penanggungan melalui jalur Tamiajeng, Trawas, Mojokerto. Menurut kebanyakan orang, jalur ini adalah rute paling mudah ketimbang jalur lainnya.
Pos 1 Perizinan
Siang itu cuacanya sangat baik, Mulanya, Kami melakukan registrasi di pos satu yang merupakan basecamp perizinan untuk mendaki gunung Penanggungan. Disini terdapat warung yang menyediakan berbagai makanan dan minuman dan juga logistik yang diperlukan saat mendaki.
Setelah proses registrasi beres, kami segera berangkat agar bisa mencapai puncak bayangan sebelum malam tiba. Rute perjalanan ini terbilang cukup mudah, karena jalannya mendatar sampai pos kedua.
Pos Kedua
Dari pos kedua, kami mulai memasuki jalan setapak dengan medan yang lebih menantang. Kami sempat beristirahat di beberapa titik lokasi, sebelum akhirnya tiba di pos ketiga.
Disana, aku menemukan banyak pendaki lain, yang sedang naik, maupun turun dari gunung. Mereka sangat ramah, dan saling bertegur sapa saat berpapasan dengan kami.
Pos Ketiga
Setelah sampai pos ketiga, kami beristirahat kurang lebih 15 menit, dan melanjutkan perjalanan. Namun kali ini, medan yang dilalui cukup menguras tenaga.
Air adalah sesuatu yang berharga, ketika Kita mendaki gunung penanggungan. Karena gunung ini tidak memiliki sumber air dari bawah sampai ke puncak. Oleh karena itu, kita harus membawa perbekalan air yang cukup, baik untuk minum maupun memasak.
Selain itu, kita harus pandai menghemat air, agar tidak kehabisan saat turun nanti. Untuk satu orang pendaki, kita sebaiknya membawa 3 botol air, ukuran 1.5 liter. Satu persediaan untuk naik, satu untuk memasak, dan satu lagi untuk turun.
Kami harus menjaga kekompakan tim, dan saling menyemangati, satu sama lain. Diselah selah waktu, kami mengisinya dengan candaan dan tawa. Ini adalah momen yang sangat berkesan, dan tidak akan pernah dilupakan.
Tiba di Puncak Bayangan
Sore itu, matahari mulai meredup, pertanda bahwa malam akan tiba. Kaki kecilku mulai terasa lelah, namun, rasa penasaran membuatku tidak bisa berhenti.
Setelah 4 jam menempuh perjalanan, kami akhirnya sampai di puncak bayangan. Disana, kami beristirahat untuk memasak dan makan bersama.
Perjalanan Ke Puncak
Malam itu, kami berangkat ke puncak dengan penuh semangat. Di perjalanan ini, medan yang kami lalui terus menanjak sampai ke puncak. Namun semua bisa diatasi dengan kekompakan tim. Kami saling menyemangati dan bercerita disepanjang perjalanan.
Setelah 2 jam kami berjalan dalam kegelapan, tibalah kami di puncak garuda. Disana, kami mendirikan tenda lalu memasak. Setelah mengisi perut yang lapar, ayahku menyuruhku untuk segera tidur.
Puncak Pawitra Gunung Penanggungan
Pagi itu ayah menyuruhku bangun lalu meminta agar aku keluar dari tenda. Dari jauh aku melihat banyak orang berkumpu di puncak garuda. Tanpa pikir panjang Aku bergegas menyusul mereka.
Pagi itu aku berdiri diatas puncak Pawitra. Rasanya benar-benar menakjubkan. Aku melihat pemandangan yang sangat indah, dan sensasi yang luar biasa. Ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan bagiku.
Demikianlah ringkasan pendakian pertamaku ke puncak gunung Penanggungan. Kalian bisa melihat keseruan perjalananku di channel youtube Afnan Mazidah. Salam lestari.
Ditulis oleh: Siti Hafidhah
Status: Artikel ini diatribusikan atas nama Afnan Mazidah.
Status: Artikel ini diatribusikan atas nama Afnan Mazidah.
Posting Komentar untuk "Mendaki Gunung Penanggungan Via Tamiajeng, Trawas, Mojokerto"